KUMPULAN PUISI -
PUISI MENARIK
Kisahku
Bagai bunga tak pernah tersiram
Kering menanti secercah harapan
Harapan mendapatkan setetes cahaya
Membasahi lubuk batang
Mempertahankan nafas kehidupan
Dalam kejamnya zaman
Yang tak pernah sepi dengan benturan
Terus menerus menerjang tubuh ini
Terombang ambing ombak waktu
Menjalani kisahku yang lara ini
Kisah kesengsaraan melanda
Membuat hati terasa miris mendengarkannya
Cita-citaku bukan
ketakutanku
Langkah ku tertahan melambat
ketika menatap arah depan
apakah itu jalan yang harus ku tempuh ?
aku
ragu…
sempat ku tahan kaki ini
ku
pejamkan mataku
ku
teguhkan tekad dalam hatiku
namun mengapa banyak bebatuan tajam disana
itu
semua terlalu berat untukku
sanggupkah aku melewatinya dengan sendiri
rasa takut yang mencekam raga dan nyawa
semakin berkobar
tapi rupanya masih tersisa segemgam rasa
yang mendorongku untuk terus melangkah
menerjang bebatuan tajam di depan mata
rasa itulah yang ku sebut Semangat
karna cita-citaku bukan ketakutanku
Malaikatku dari Surga
Dulu Mata indah itu menatap setiap pagi
Suaranya selalu terdengar saat fajar terbit
Memanggilku dengan irama manja
“bangun nak”
Suara halus itu berbisik di lubang telingaku
Meskipun harus berulang kali dia melakukannya
Tak
hentinya dia mengelus rambut panjangku
Mencurahkan seluruh kasih dan sayangnya
Namun
sekarang semua itu hanyalah mimpiku saja
Tak ada lagi suaramu yang halus menyapaku
Tak ada lagi belaian sayangmu di sini
Aku rindu akan kasihmu wahai ayahku
Kini kau telah kembali ke tempatmu
Sisi indah di langit sana yang ku sebut surga
Harapanku
Sukma ini terdiam beribu bahasa
Ungkapan pikiran hati yang tak terungkap
Mata ini memandang raut keindahan
Sisihkan rasa ini di kalbuku
Akulah pemuja rahasiamu
Lembut jiwa ragamu
Membuat hati ini bergetar lembut
Senyuman yang terngiang di hati
Selalu teringat di kala ada bayangmu
Pengharapanku untuk menyatu
Jadilah kau Keindahan yang abadi di hatiku
Mimpi yang Bodoh
Ku
sadari aku manusia lemah
Mengharap tiada henti padamu
Mengharap bersanding dalam istana kasih
Selalu bermimpi untuk memandangmu
Butiran cinta ini telah menggunung dalam sukma
tak
sanggup ku untuk menghentikannya
semua itu hanyalah sekedar mimpiku saja
menolehpun tidak padaku
entah dari mana rasa ini muncul
tapi kaulah cintasejati dalam hatiku
aku percaya,suatu saat kau akan menoleh
walaupun hanya sekejab
kan ku tunggu saat itu terjadi
Suara itu
Suara itu tlah ku dengar
Menggetarkan sukma jiwa
Membuat air mata ini
sekejab mengalir
Terjaga dalam kegelapan
hati
Keragu-raguan yang semu
itu telah hilang
Sekaranglah aku kan
bangkit
Melangkah ke gerbang
cahaya dunia
Menatap candera
keindahan
Berdiri dengan kegigihan
bagai sang putra raya
Dengan apa bekal yang
ada di genggamanku
Nada Kehidupan
Iringan irama beralun
perlahan
Mengiringiku berjalan
Menyusuri terjalnya
jalan kehidupan
Nada nada itu terus
berdendang
Berirama dengan nada
kehidupanku
Mengikuti alur zaman ini
Langkah merengkuh penuh
dengan liku
Helaan nafas ini
tersengal dalam sengsara
Perlahan ku lanjutkan
langkahku
Tetap setia dengan
alunan nada nada indah
Hingga nafas tersengal
ini habis
Di gerus oleh dahsyatnya
zaman
Kasmaran
Simphoni ini terlukis
di benakku
Manis menghiasi dinding
hati
Berkilauan bintang
merekahkan cahayanya
Seakan beribu warna
menghiasi diriku
Tak dapat rasa tuk
mengungkapnya
Hidup bagaikan dalam
melodi indah
Tak kenal apa itu sedih
Hanya senyum yang selalu
terlihat
Hanya tawa yang dapat
mengungkapnya
Mengungkap cinta yang
sedang mekar
Dalam jiwa yang kasmaran
Gempita lukaku
Ku tatap jemari ini
Meradang berdarah
bernanah
Tak ku sangka aku akan
begini
Jatuh dalam lubang dunia
yang kejam
Ku tak tahu apa arti
semua ini
Aku bingung apa yang
harus ku lakukan
Menahannya begitu saja..?
Ku tak sanggup
Ini terlalu berat bagiku
Membuat jiwa ini
tertimbun bumi
Terbuang dalam gempita
duniawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar