mataku tersadar namun sulit untuk terbuka
perasaan yang kosong itu tiba - tiba terisi
terasa nyaman dan lebih baik
aku duduk di atas kursi empuk itu
berdampingan entah dengan siapa
hanya terasa sinar terang merangkul tubuhku
sudah kucoba melihat, namun tak sanggup
sinarnya semakin terang
menyiram kalbu bagai tetesan telaga syurga
tenang, syahdu dan khusyu
semakin lama sinar itu semakin terang
tapi entah kenapa
tubuhku mulai menggigil
ingin kulepaskan tubuhku dari sinar itu
tapi lagi lagi aku tak sanggup
ketenangan, kesyahduan dan kekhusyuan ituu
aku tak sanggup melepaskannya
(Darussalam,09/02/15)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar