Selasa, 22 Mei 2012


Kesetiaan yang abadi

          Senin Pagi yag cerah menyambut indahnya hari  seorang gadis muslimah yang tinggal di asrama islamiyah bandung.gadis  cantik nan baik yang bernama shifa  itu bersiap diri untuk berangkat sekolah,dia sekolah di Madrasah aliah negri di Bandung,hari hari shifa terlewati dengan sewajarnya seorang gadis remaja hanya saja dia adalah seorang santri yang terikat oleh beberapa tata tertib asrama yang mau tidak mau harus di jalani.
          Berangkat sekolah dengan teman sebayanya adalah rutinitas kesehariannya,sesampai di sekolah mereka saling bercengkrama,mengikuti pelajaran ,dan saling berbagi sesama teman.di sekolahnya terdapat suatu larangan yang melarang seorang perempuan berhubungan special atau berpacaran sehingga shifa yang telah lama di idam idamkan oleh para siswa putra tidak pernah berhubungan spesial sebagai mana remaja pada zaman sekarang.
          Suatu hari sepulang sekolah,pada saat itu shifa sedang menunggu temannya yang sedang sholat,dia duduk di serambi musola sendiri tiba tiba ada seorang gadis yang duduk di dekatnya dan menyapanya “permisi,bolehkah saya duduk di sini”kata gadis itu dengan lembut . Dengan senyum manisnya shifa menjawab “silahkan mbak,,,”.mereka berdua saling ta’aruf satu sama lain.ternyata gadis yang menyapa shifa itu bernama Tika,seorang murid pindahan yang datang dari semarang. dua gadis ini sangat menikmati masa ta’arufnya sehingga tidak menyadari teman shifa telah selesai sholat.
          Hari demi hari telah terlewati dengan menyenangkan,pagi itu shifa sedang berangkat sekolah sendiri karna teman akrabnya liza sedang pulang ke rumah karna sakit.saat di jalan tibatiba seorang lelaki berjalan di sampingnya dan tersenyum keci sambil berkata “ kok tumben berangkat sendirin fa..?”,,”oh iya kak…”shifa membalasnya..”mana temennya..?”..lelaki itu bertanya…”sakit kak..”
pembicaraan sepasang sejoli itu berlanjut sampai gerbang sekolah.
          Ternyata lelaki yang berjalan bersama shifa tadi adalah Shofa yang selama ini menyukainya.shofa adalah teman sebaya shifa yang umurnya lebih tua dibanding shifa,anak sekolah banyak yang mengetahui bahwa shofa sangat menyukai shifa tapi karna shofa adalah ketua umum asrama islamiyah putra,jadi dia menjaga amanat yang di beri oleh pengasuh untuk memimpin asrama dengan baik.
          Hubungan mereka berdua hanyalah sebatas teman dekat,teman shifa sangat menyetujui kalau seandainya shifa dan shofa berpacaran.mereka adalah pasangan yang serasi,sama sama memiliki paras yang rupawan,sehingga shofa menjadi lelaki yang di idamkan para gadis di sekolah maupun di asramanya.kedua sejoli yang sedang dalam indahnya masa remaja itu sangat menjaga diri satu sama lain,shofa adalah seorang lelaki yang bertanggung jawab dan selalu menjaga shifa.dan shifa adalah seorang gadis yang sangat pengertian terhadap kesibukkan yang dimiliki oleh shofa,mereka sudah seperti sepasang remaja yang saling berbagi kasih.
          Pikul 03.45 pagi Bell asrama islamiyah berbunyi menandakan semua santri harus bangun dan segera bermunajat kepada sang maha besar  Allah SWT,tak terkecuali shifa yang merupakan anggota pengurus asrama putri  islamiyah.para santri dengan khusu’ menjalani malam itu,tak terasa adzan subuh telah berkumandang dengan syahdunya kemerduan suara shofa saat adzan membuat para santri lebih bersemangat untuk melanjutkan ibadah shubuh.
          Pagi yang sedikit mendung menemani para siswa MAN Bandung berangkat sekolah.kegiatan belajar mengajar pada hari itu hanya berlangsung setengah hari karna para guru sedang ada acara di sekolah lain,tak pernah terfikir dalam benak shifa pada siang jam 09.55 dia mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan,teman temannya mengatakan kalau shofa tadi pulang dengan seorang gadis lain layaknya seorang kekasih.
          Hatinya bagai di sambar beribu kilat,perasaanya saat itu bukan karna dia cemburu kalau shofa adalah teman terdekatnya tetapi dia sangat kecewa karna ternyata gadis yang di sebut sebut itu adalah Tika,gadis yang sempat berkenalan dengannya itu.berhari hari shofa bersikap tidak seperti biasa kepadanya,dia mulai menjauh darinya tanpa sebab apapun.sampai akhirnya teman shifa yang bernama liza menemui Tika di kelasnya untuk bertanya lebih lanjut tentang hubungannya  dengan shofa.
          Ternyata selama ini mereka telah menjalin hubungan special tanpa sepengetahuan shifa,sejak saat itu sikap sifha mulai berubah yang awalnya ceria dan rajin menjadi seseorang yang arogan dan kurang terbuka dengan teman.shifa merasa dirinya merasa di khianati dengan janji yang selama ini di katakana oleh shofa.
          Selama kurang lebih satu bulan mereka tidak bertemu,karna shofa selalu menghindar.”aku tidak akan pernah bicara dengannya sampai dia meminta maaf padaku”janji shifa dalam hati.dia tau kalau apa yang dia katakan hanyalah emosinya tapi semua ini adalah akibat penghianatan seseorang yang selalu memberinya suatu harapan.
          Tibalah waktunya,saat shifa berjalan bersama teman temannya tanpa mereka duga seorang lelaki memanggil shifa yang berada pada segerombolan gadis gadis itu….”SHIFA…!!!”dengan nada lantang.secara bersamaaan segerombolan gadis itu menoleh terkecuali shifa,mereka menatap wajah shofa dengan raut aneh,shifa sengaja tidak menoleh karna dia tau yang memanggilnya adalah lelaki yang dia benci.lalu temannya saling berbisik dan meninggalkan shifa sendiri,”shifa kita duluan ya….ada shofa tuh…”kata salah satu temannya.kemudian segerombolan gadis itu meninggalkan shifa dan shofa berdua.
          Mereka berbicara secara tegang di sisi depan kelas XI bahasa,”shifa kamu masih marah dengan aku...?” Tanya shofa sambil menatap wajah shifa yang menunduk tertutupi oleh kerudung putihnya,dengan tanpa pikir shifa menjawab,”ya,sangat marah…!!”.lalu keduanya saling diam beberapa saat.”seberapa bencikah dirimu kepada ku fha..?”.dengan pertanyaan shofa begitu shifa langsung menatapnya sambil berkata panjang tentang semua yang mengganjal hatinya selama ini,”aku tidak akan marah kalau kakak sebelumnya ngomong atau apalah kepadaku,selama ini aku bertanya tanya kepada diriku sendiri,kakak pernah bilang kalau kakak gag akan menjalin hubungan dengan siapapun sebelum amanat kakak terjaga dan revolusi pengurus asrama telah terjadi,tapi apa kak, kakak sudah mengingkari janji kakak sendiri?”...shofapun tertunduk lesu di depan shifa yang pada saat itu menangis lirih.
semua memang salah ku fha,maafkan aku..maafkan aku fha,aku tidak bisa memberi tahu tentang ini semua padamu sekarang,nanti kamu akan tahu kenapa aku begini padamu,sekali lagi maafkan aku…”.setelah berkata begitu shofa langsung pergi meninggalkan shifa di depan kelas seorang diri.hati shifa bagaikan tertimbun beribu batu yang runcing,perasaannya bagaikan dalam suatu ruang kecil dan teriak sekeras kerasnya.
          Kejadian saat itu membuat hati shifa terpukul,dia sempat sakit selama Satu minggu dan di rawat di klinik asramanya.tepat pada saat ada acara besar di asramanya itu shifa bertemu dengan shofa untuk yang pertama kalinya setelah kejadian itu,melihat shofa bagaikan melihat hantu yang sangat mengerikan sehingga memaksa dia untuk mengalihkan pandangannya secara reflek.hal ini berlangsung cukup lama sekitar berbulan bulan.
          Awal bulan Juli tepat pada saat itu shifa berulang tahun,tak ada yang berkesan selama ini bagi shifa setelah dia tidak berhubungan dengan shofa.banyak para teman teman yang mengucapkan ulang tahun kepadanya,hampir setiap anak di asrama mengucapkan padanya.tetapi tidak dengan shofa yang sama sekali tidak menyampaikan sepatah kata pun kepadanya.ini membuat hati shifa semakin sakit dia berfikir apa kesalahan yang selama ini dia buat pada shofa sampai sampai untuk mengucapkan selamat ulang tahunpun saja dia tidak melakukannya.
          Sepulang sekolah saat shifa berjalan di dekat kelas IPA 5 yang merupakan kelas dari Mustika,hatinya berdetuk kencang saat ada teman teman tika di depan kelas,dia tidak mau bertemu dengan orang yang selama ini membuat hidupnya terlukai.dengan menunduk shifa berjalan tanpa menoleh kearah depan kelas,tiba tiba ada suara yang memanggilnya,jantungnya yang belum berhenti berdetuk kencang itu bertambah keras,”SHIFA….Tunggu.!!!”…………ternyata yang memanggilnya adalah mustika,lalu dia menoleh tanpa menatap wajah perempuan itu,dia hanya menyaut,”ya..ada apa…?”.tika menarik tangan shifa sambil berkata,”shifa ,aku mau ngomong sama kamu..?”,dengan wajah terheran heran dia tak kuasa menahan tarikan tika karna tubuhnya masuh lemas karna terlalu tegang. Mereka duduk berdua di depan pepustakaan yang tak jauh dari kelas tika,dengan keadaan yang sepi mereka membicarakan masalah yang selama ini tumbuh di antara mereka,”shifa maafkan aku yang selama ini membuat hatimu tersakiti,aku tidak tahu kalau ternyata shofa itu teman dekatmu,aku tidak bermaksud menyakitimu fha,aku mohon kamu bisa mengerti aku..”jelas tika kepada shifa,disitu shifa hanya dapat menatap wajah tika,”dan satu lagi shifa,aku minta tolong kepada kamu,tolong lupain shofa dan jangan dekati dia lagi,kamu tahukan aku dan shofa saling menyayangi,jadi aku mohon sama kamu fha jangan dekati dia demi aku,aku rela ngelakuin apapun asalkan kamu mau ngelakuin semua ini,”tambah tika panjang.dengan pernyataan tika seperti itu tak di sadari air mata shifa menetes,”maaf  kak aku tidak bisa aku juga sayang sama kak shofa lebih dari kakak.” Saut shifa dengan penuh nada emosi.tika tidak menyangka kalau shifa berani bicara begitu dengannya,setelah itu shifa langsung bergegas berdiri dan mengambil tas kuning di sampingnya diapun langsung meninggalkan tika sendiri.
          Hatinya begitu shock dengan kata kata tikayang menusuk,sepanjang jalan menuju asrama shifa berusaha menutupi wajahnya yang masih menangisi hal tersebut,saat di jalan dia bertemu andi,andi adalah teman baik shofa yang juga merupakan sekretaris asrama islamiyah.dia menghampiri shifa sambil bertanya,”shifa…ada apa..?,ada yang bisa aku bantu?”…”tidak kak terima kasih,shifa tidak apa apa kok,kakak tenang saja”jawab shifa dengan terpaksa.”aku tahu kok kamu pasti lagi ada masalah,tenang shifa kakak orang baik kok”.saut andi sambil memandang mata shifa yang indah itu.
          Akhirnya shifa menceritakan semua masalahnya tentang dia dan shofa kepada andi,shifa tidak tahan kalau menahan masalah itu sendirian,shifa tahu andi adalah sahabat shofa jadi dia berharap semua ini bisa tersampaikan kepada shofa.Haripun telah sore mereka memutuskan untuk menyambung ceritanya lain kali,sebenarnya andi selama ini juga menyimpan rasa kepada shifa tapi dia tahu hati shifa hanya untuk shofa seorang,jadi dia tidak mengungkapkan perasaan tersebut yang semakin hari semakin membesar di hatinya.Sesampai di asrama shifa langsung mengerjakan tugas tugas dan menyiapkan untuk beraktifitas  ibadah dan sekolah  agama di asramanya.
          Di kondisi lainya saat andi mengaji di asrama,kebetulan shofa dan dia adalah teman satu kelas sehingga memungkinkan andi untuk menyampaikan masalah tadi kapanpun,seusai mengaji andi menghampiri shofa sambil menepuk pundaknya,”sob,gimana…?”,Tanyanya kepada shofa,”apanya yang gimana…?”,jawab shofa,”aku mau ngomong sesuatu tentang shifa sob..”balas andi.Awalnya shofa menolak untuk di ajak bicara berdua dengan andi tapi andi memaksanya sehingga tak dapat dielak oleh shofa.malam yang sunyi dengan di temani hembusan angin malam di asrama yang lumayan menusuk kain baju kedua pemuda itu. andi mengatakan apa yang ia ketahui dari shifa,”sob,loe tau gag shifa tu kyak apa anaknya..?tanya nya kepada shofa,dengan penuh percaya diri shofa menjawab,”tahulah…diakan cewekku.”….”cewek..?,apa katamu cewek,lalu tika siapamu,selingkuhan..?”saut andi dengan lantang,”diam loe…ini semua bukan urusanmu,pacarku bukan tika tapi shifa,kamu akan tahu semua ini nanti..?”sambar shofa dengan sedikit naik pitam.”kalau shifa pacarmu tolong hargai dia sebagai cewekmulah,kamu enggak tahukan gimana perasaan shifa selama ini mengetahui kalau kau berhubungan dengan tika tanpa memikirkan sedikitpun perasaannya,dia sakit fha…!!!!”jabar andi kepada sahabat karibnya itu.pembicaraan pemuda remaja itu berlangsung lama,mereka saling menjelaskan kebenaran mereka masing masing.
          Hari minggu yang cerah,semua santri asrama islamiyah bergegas untuk senam pagi di aula asrama,memang kegiatan ini adalah kegiatan yang wajib di laksanakan oleh semua santri baik putra maupun putri namun di tempat yang berbeda.shifa pagi itu tidak mengikuti senam karana badannya sejak tadi malam panas dan terus memanggil nama ibunya,sepertinya keadaan shifa semakin hari semakin melemah,teman temannya pun khawatir dengan kondisi shifa yang semakin parah,liza teman sekamarnya dan juga temannya sejak kelas satu itu setia merawat dan menjaga shifa saat dia sakit,hari itu keadaan shifa benar benar parah,liza sangat resah dengan kondisi shifa apalagi dia sempat mengeluarkan darah dari hidungnya,dengan segera liza melapor kepada seksi kesehatan asrama.akhirnya shifa di jemput orang tuanya dan pulang kerumahnya yaitu di Bogor.
          Tiga hari sudah andi tidak bertemu dengan shifa,dia tidak tahu kalau ternyata selama ini shifa sedang pulang karna sakit, dia baru tahu pagi tadi setelah  diberi tahu oleh liza.andipun langsung menemui shofa dan memberitahunya kalau shifa sedang sakit.mereka sepakat untuk menjenguk shifa di rumahnya, sepulang sekolah merekapun langsung berangkat ke rumah shifa dengan menaiki bus kota,sesampai di rumah shifa mereka bertanya pada pembantu rumah yang sedang menyapu di halaman rumah shifa yang penuh bunga ,”permisi bu’,shifanya ada..?”Tanya shofa .”maaf den non shifa sudah dua hari di rawat di rumah sakit,aden temannya ya…?jawab seorang ibu tua itu,”ya bu,kalau boleh tahu shifa di rawat di RS mana ya…?,Tanya andi.”RS cinta bunda den.” Dengan sopan mereka permisi untuk  menjenguk shifa,mereka berdua menuju RS tadi dan mencari ruang  yang shifa tempati,setelah menemukan kamar ruang  182,merekapun langsung masuk ruang sambil mengucap salam,dengan tiba tiba ”kakak…?”sapa shifa saat mengetahui kalau ada kedua pemuda di ruangnya,”gimana dek keadaanya..?”Tanya andi sambil menaruh beberapa buah untuk shifa,”ya beginilah kak,tapi sudah agak mendingan kok”jawab shifa sambil tersenyum.dalam ruangan itu seorang shofa bagaikan robot yang kehabisan baterai,dia tidak mengucap satu patah katapun kepada shifa,dia merasa bersalah hatinya dipenuhi dengan banyaknya dosa kepada shifa.”kak shofa kok diam,masih marah sama shifa ya,,,,?”Tanya sifha padanya dengan nada lemah.”emh…eng..enggak kok fha…aku permisi dulu ya….”shofa lalu pergi keluar kamar dia tidak dapat menahan luapan hatinya yang terus memojokkannya sehingga jatuhlah air mata dari kedua matanya,dia menangis bukan karna dia takut dia menangis karna merasa bersalah karna telah menyakiti hati gadis yang begitu suci yang tidak marah sedikitpun atas kelakuannya yang keterlaluan selama ini.
          Hari mulai gelap andi dan shofapun memutuskan untuk pulang ke asrama untuk melanjutkan aktifitas sebagai santri asrama islamiyah.selama di jalan shofa menceritakan isi hatinya kepada andi,dia melakukan semua ini karna ternyata selama ini dia dan tika berpacaran hanya untuk memenuhi keinginan dari orang tua shofa,orang tuanya berkata kalau hidup tika sudah tidak lama lagi jadi orang tua tika menyampaikan kepada orangtua shofa kalau tika ingin menjadi teman dekatnya,tika memang memiliki penyakit yang cukup parah yaitu kanker darah stadium akhir,dan shofa tidak dapat berbuat apa apa karna ia memang anak yang berbakti dengan orang tuanya,sebenarnya bapak anwar ayah shofa sangat kasian melihat anaknya terpaksa menyayangi seorang perempuan yang tidak di cintainya,pak anwar tahu kalau perempuan yang di cintai anaknya adalah shifa tapi apalah daya pak anwar dengan orang tua tika adalah sahabat sejak muda oleh karna itu mau tidak mau untuk menghormati persahabatannya pak anwar memaksa pula terhadap shofa.
          Itulah yang menyebabkan shofa menjauhi shifa karna dia takut menyakiti perasaan shifa,tapi apa yang dia lakukan selama ini justru membuat shifa lebih terpukul.Sepanjang jalan bogor bandung telah terlewati akhirnya mereka sampai di asrama tercinta.sekarang andi telah tahu semua rasa penasarannya kepada shofa,dia sekarang mengerti dan tidak menyalahkan dia lagi.
          Haripun berganti.subuh setelah selesai sholat tiba tiba ada panggilan untuk saudara shofa.”kak shofa,kakak di panggil pengasuh katanya ada panggilan dari keluarga kakak.”sampai seorang santri lain.shofapun bergegas menuju ruangan pengasuh,setelah memegang telephon yang di berikan pengasuh kepadanya ia langsung bicara.”assalamualaikum abah,ini shofa ada apa ya bah…?”Tanya shofa kepada ayahnya,”shofa habis ini pulang ya…ada sesuatu yang penting yang mau abah dan umi sampaikan!”,kata pak anwar.”abah ada apa, kan bisa sekarang !”Tanya shofa penasaran.”fha…mustika tadi malam menghembuska nafas yang terakhirnya nak..”.seketika telephon di tutup oleh shofa,jantungnya bak tersayat pedang pustaka yang mengakibatkan darah bercucuran dari jantungnya.Perempuan yang selama ini mencintainya walaupun tidak sepenuh hati shofa mencintainya,dia tetap merasa terpukul,tika adalah perempuan yang baik,perhatian dan sayang padanya tetapi ia sekarang telah pergi.dia berlari ke kamarnya dengan tergesa gesa dia mengambil barang yang ia perlukan dan dimasukanlah kedalam tas coklat gelap pemberian tika,dia masih bertanya Tanya apakah ini semua nyata,dia tidak bisa memungkri kebersamaanya selama 7 bulan bersama tika telah menumbuhkan benih benih cinta kepada perempuan cantik itu.
          Sesampai di kediaman tika,pak jono ayah dari tika langsung memeluknya sambil berkata,”terima kasih nak,maafkan kesalahan mustika selama ini ya…?,maafkan om yang terlalu memaksakan perasaanmu untuk mencintai anak om,maaf shofa…?”dengan terisak isak pak jono menyampaikannya kepada shofa,shofapun tidak dapat menahan air matanya yang telah menumpuk di selaput matanya,”sabar om,shofa gag apaapa kok yang penting tika dan keluarga bahagia,shofa juga ikut bahagia!” kata shofa kepadanya pak jono untuk menenangkan hatinya.suasana pemakaman tika sangat mengharukan banyak teman sekolah yang ta’ziyah ke sana temasuk juga shifa,shifa juga merasa bersalah terhadap tika,mereka selama ini adalah teman baik tetapi karna masalah itu hubungan mereka merenggang.upacara pemakaman telah usai tika yang selama ini menjadi murid pintar di kelasnya telah tiada,Mustika Arini Anissa telah pergi dengan berbagai kenangan.
          Keesokan hari tanpa ada lagi wajah cantik tika yang di pandangnya,shofa menatap kelas tika yang setiap pagi menunggunya dan menyapanya.shofa berusaha melupakan kenangan indah bersama tika,ia ingin kembali seperti dulu menjadi seorang shofa yang selalu tegar dan tidak pantang menyerah terhadap keadaan,dia duduk di bawah pohon beringin yang ada di taman sekolahnya,dia mengintrospeksi dirinya selama ini,saat itu tiba tiba ada suara salam yang begitu lembut,”assaamualaikum ya akhi,bolehkah aku duduk di sini..?”ternyata itu adalah shifa,”ah….ternyata kau fha..aku kira…?”…..”kak tika ya…”memotong pembicaraan shofa,”enggak kok ku kira anak lain.!”jelas shofa mengalihkan pembicaraan,”sudahlah kak,shifa sudah tahu semuanya dari kak andi,”kata shifa sambil menaruh tas pada pangkuannya kemudian duduk.”andi sudah menceritakan semuanya padamu fha…?”Tanya shofa,”ya…kak,maafkan shifa kalau selama ini shifa terlalu berlebihan menanggapinya.”jawab shifa penuh sesal.”bukan kamu yang salah,ini semua salah ku fha selama ini aku tidak bisa menjaga perasaanmu”shofa meyakinkan shifa…
          Waktu berjalan begitu cepat,tidak terasa mereka telah duduk di universitas.lima tahun sudah mereka menjalin hubungan,berawal dari sebuah cinta monyet yang terus dipelihara hingga tumbuhlah sebuah cinta sejati yang menyatukan dua hati yang di dasari oleh kepercayaan,kesabaran dan rasa sayang karna Allah inilah yang membuat cinta mereka terus terpelihara dan selalu tertanam dengan teguh di hati Shofa dan Shifa.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar