Kesetiaan
yang abadi
Senin
Pagi yag cerah menyambut indahnya hari
seorang gadis muslimah yang tinggal di asrama islamiyah
bandung.gadis cantik nan baik yang
bernama shifa itu bersiap diri untuk
berangkat sekolah,dia sekolah di Madrasah aliah negri di Bandung,hari hari
shifa terlewati dengan sewajarnya seorang gadis remaja hanya saja dia adalah
seorang santri yang terikat oleh beberapa tata tertib asrama yang mau tidak mau
harus di jalani.
Berangkat
sekolah dengan teman sebayanya adalah rutinitas kesehariannya,sesampai di
sekolah mereka saling bercengkrama,mengikuti pelajaran ,dan saling berbagi
sesama teman.di sekolahnya terdapat suatu larangan yang melarang seorang
perempuan berhubungan special atau berpacaran sehingga shifa yang telah lama di
idam idamkan oleh para siswa putra tidak pernah berhubungan spesial sebagai
mana remaja pada zaman sekarang.
Suatu
hari sepulang sekolah,pada saat itu shifa sedang menunggu temannya yang sedang sholat,dia
duduk di serambi musola sendiri tiba tiba ada seorang gadis yang duduk di
dekatnya dan menyapanya “permisi,bolehkah
saya duduk di sini”kata gadis itu dengan lembut . Dengan senyum manisnya
shifa menjawab “silahkan mbak,,,”.mereka
berdua saling ta’aruf satu sama lain.ternyata gadis yang menyapa shifa itu
bernama Tika,seorang murid pindahan yang datang dari semarang. dua gadis ini
sangat menikmati masa ta’arufnya sehingga tidak menyadari teman shifa telah
selesai sholat.
Hari
demi hari telah terlewati dengan menyenangkan,pagi itu shifa sedang berangkat
sekolah sendiri karna teman akrabnya liza sedang pulang ke rumah karna
sakit.saat di jalan tibatiba seorang lelaki berjalan di sampingnya dan
tersenyum keci sambil berkata “ kok
tumben berangkat sendirin fa..?”,,”oh iya kak…”shifa membalasnya..”mana
temennya..?”..lelaki itu bertanya…”sakit
kak..”
pembicaraan sepasang sejoli itu berlanjut sampai gerbang sekolah.
pembicaraan sepasang sejoli itu berlanjut sampai gerbang sekolah.
Ternyata
lelaki yang berjalan bersama shifa tadi adalah Shofa yang selama ini
menyukainya.shofa adalah teman sebaya shifa yang umurnya lebih tua dibanding
shifa,anak sekolah banyak yang mengetahui bahwa shofa sangat menyukai shifa tapi
karna shofa adalah ketua umum asrama islamiyah putra,jadi dia menjaga amanat
yang di beri oleh pengasuh untuk memimpin asrama dengan baik.
Hubungan
mereka berdua hanyalah sebatas teman dekat,teman shifa sangat menyetujui kalau
seandainya shifa dan shofa berpacaran.mereka adalah pasangan yang serasi,sama
sama memiliki paras yang rupawan,sehingga shofa menjadi lelaki yang di idamkan
para gadis di sekolah maupun di asramanya.kedua sejoli yang sedang dalam
indahnya masa remaja itu sangat menjaga diri satu sama lain,shofa adalah
seorang lelaki yang bertanggung jawab dan selalu menjaga shifa.dan shifa adalah
seorang gadis yang sangat pengertian terhadap kesibukkan yang dimiliki oleh
shofa,mereka sudah seperti sepasang remaja yang saling berbagi kasih.
Pikul
03.45 pagi Bell asrama islamiyah berbunyi menandakan semua santri harus bangun
dan segera bermunajat kepada sang maha besar
Allah SWT,tak terkecuali shifa yang merupakan anggota pengurus asrama
putri islamiyah.para santri dengan
khusu’ menjalani malam itu,tak terasa adzan subuh telah berkumandang dengan
syahdunya kemerduan suara shofa saat adzan membuat para santri lebih
bersemangat untuk melanjutkan ibadah shubuh.
Pagi
yang sedikit mendung menemani para siswa MAN Bandung berangkat sekolah.kegiatan
belajar mengajar pada hari itu hanya berlangsung setengah hari karna para guru
sedang ada acara di sekolah lain,tak pernah terfikir dalam benak shifa pada
siang jam 09.55 dia mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan,teman temannya
mengatakan kalau shofa tadi pulang dengan seorang gadis lain layaknya seorang
kekasih.
Hatinya
bagai di sambar beribu kilat,perasaanya saat itu bukan karna dia cemburu kalau
shofa adalah teman terdekatnya tetapi dia sangat kecewa karna ternyata gadis
yang di sebut sebut itu adalah Tika,gadis yang sempat berkenalan dengannya
itu.berhari hari shofa bersikap tidak seperti biasa kepadanya,dia mulai menjauh
darinya tanpa sebab apapun.sampai akhirnya teman shifa yang bernama liza
menemui Tika di kelasnya untuk bertanya lebih lanjut tentang hubungannya dengan shofa.
Ternyata
selama ini mereka telah menjalin hubungan special tanpa sepengetahuan
shifa,sejak saat itu sikap sifha mulai berubah yang awalnya ceria dan rajin
menjadi seseorang yang arogan dan kurang terbuka dengan teman.shifa merasa
dirinya merasa di khianati dengan janji yang selama ini di katakana oleh shofa.
Selama
kurang lebih satu bulan mereka tidak bertemu,karna shofa selalu menghindar.”aku tidak akan pernah bicara dengannya
sampai dia meminta maaf padaku”janji shifa dalam hati.dia tau kalau apa
yang dia katakan hanyalah emosinya tapi semua ini adalah akibat penghianatan
seseorang yang selalu memberinya suatu harapan.
Tibalah
waktunya,saat shifa berjalan bersama teman temannya tanpa mereka duga seorang lelaki
memanggil shifa yang berada pada segerombolan gadis gadis itu….”SHIFA…!!!”dengan nada lantang.secara bersamaaan
segerombolan gadis itu menoleh terkecuali shifa,mereka menatap wajah shofa
dengan raut aneh,shifa sengaja tidak menoleh karna dia tau yang memanggilnya
adalah lelaki yang dia benci.lalu temannya saling berbisik dan meninggalkan
shifa sendiri,”shifa kita duluan ya….ada
shofa tuh…”kata salah satu temannya.kemudian segerombolan gadis itu
meninggalkan shifa dan shofa berdua.
Mereka
berbicara secara tegang di sisi depan kelas XI bahasa,”shifa kamu masih marah dengan aku...?” Tanya shofa sambil menatap
wajah shifa yang menunduk tertutupi oleh kerudung putihnya,dengan tanpa pikir
shifa menjawab,”ya,sangat marah…!!”.lalu
keduanya saling diam beberapa saat.”seberapa
bencikah dirimu kepada ku fha..?”.dengan pertanyaan shofa begitu shifa
langsung menatapnya sambil berkata panjang tentang semua yang mengganjal
hatinya selama ini,”aku tidak akan marah
kalau kakak sebelumnya ngomong atau apalah kepadaku,selama ini aku bertanya
tanya kepada diriku sendiri,kakak pernah bilang kalau kakak gag akan menjalin
hubungan dengan siapapun sebelum amanat kakak terjaga dan revolusi pengurus
asrama telah terjadi,tapi apa kak, kakak sudah mengingkari janji kakak sendiri?”...shofapun
tertunduk lesu di depan shifa yang pada saat itu menangis lirih.
“semua memang salah ku fha,maafkan aku..maafkan aku fha,aku tidak bisa memberi tahu tentang ini semua padamu sekarang,nanti kamu akan tahu kenapa aku begini padamu,sekali lagi maafkan aku…”.setelah berkata begitu shofa langsung pergi meninggalkan shifa di depan kelas seorang diri.hati shifa bagaikan tertimbun beribu batu yang runcing,perasaannya bagaikan dalam suatu ruang kecil dan teriak sekeras kerasnya.
“semua memang salah ku fha,maafkan aku..maafkan aku fha,aku tidak bisa memberi tahu tentang ini semua padamu sekarang,nanti kamu akan tahu kenapa aku begini padamu,sekali lagi maafkan aku…”.setelah berkata begitu shofa langsung pergi meninggalkan shifa di depan kelas seorang diri.hati shifa bagaikan tertimbun beribu batu yang runcing,perasaannya bagaikan dalam suatu ruang kecil dan teriak sekeras kerasnya.
Kejadian
saat itu membuat hati shifa terpukul,dia sempat sakit selama Satu minggu dan di
rawat di klinik asramanya.tepat pada saat ada acara besar di asramanya itu
shifa bertemu dengan shofa untuk yang pertama kalinya setelah kejadian
itu,melihat shofa bagaikan melihat hantu yang sangat mengerikan sehingga
memaksa dia untuk mengalihkan pandangannya secara reflek.hal ini berlangsung
cukup lama sekitar berbulan bulan.
Awal
bulan Juli tepat pada saat itu shifa berulang tahun,tak ada yang berkesan
selama ini bagi shifa setelah dia tidak berhubungan dengan shofa.banyak para
teman teman yang mengucapkan ulang tahun kepadanya,hampir setiap anak di asrama
mengucapkan padanya.tetapi tidak dengan shofa yang sama sekali tidak
menyampaikan sepatah kata pun kepadanya.ini membuat hati shifa semakin sakit
dia berfikir apa kesalahan yang selama ini dia buat pada shofa sampai sampai
untuk mengucapkan selamat ulang tahunpun saja dia tidak melakukannya.
Sepulang
sekolah saat shifa berjalan di dekat kelas IPA 5 yang merupakan kelas dari
Mustika,hatinya berdetuk kencang saat ada teman teman tika di depan kelas,dia
tidak mau bertemu dengan orang yang selama ini membuat hidupnya terlukai.dengan
menunduk shifa berjalan tanpa menoleh kearah depan kelas,tiba tiba ada suara
yang memanggilnya,jantungnya yang belum berhenti berdetuk kencang itu bertambah
keras,”SHIFA….Tunggu.!!!”…………ternyata
yang memanggilnya adalah mustika,lalu dia menoleh tanpa menatap wajah perempuan
itu,dia hanya menyaut,”ya..ada apa…?”.tika
menarik tangan shifa sambil berkata,”shifa
,aku mau ngomong sama kamu..?”,dengan wajah terheran heran dia tak kuasa
menahan tarikan tika karna tubuhnya masuh lemas karna terlalu tegang. Mereka
duduk berdua di depan pepustakaan yang tak jauh dari kelas tika,dengan keadaan
yang sepi mereka membicarakan masalah yang selama ini tumbuh di antara mereka,”shifa maafkan aku yang selama ini membuat
hatimu tersakiti,aku tidak tahu kalau ternyata shofa itu teman dekatmu,aku
tidak bermaksud menyakitimu fha,aku mohon kamu bisa mengerti aku..”jelas
tika kepada shifa,disitu shifa hanya dapat menatap wajah tika,”dan satu lagi shifa,aku minta tolong kepada
kamu,tolong lupain shofa dan jangan dekati dia lagi,kamu tahukan aku dan shofa
saling menyayangi,jadi aku mohon sama kamu fha jangan dekati dia demi aku,aku
rela ngelakuin apapun asalkan kamu mau ngelakuin semua ini,”tambah tika panjang.dengan pernyataan tika seperti
itu tak di sadari air mata shifa menetes,”maaf
kak aku tidak bisa aku juga sayang sama
kak shofa lebih dari kakak.” Saut shifa dengan penuh nada emosi.tika tidak
menyangka kalau shifa berani bicara begitu dengannya,setelah itu shifa langsung
bergegas berdiri dan mengambil tas kuning di sampingnya diapun langsung
meninggalkan tika sendiri.
Hatinya
begitu shock dengan kata kata tikayang menusuk,sepanjang jalan menuju asrama
shifa berusaha menutupi wajahnya yang masih menangisi hal tersebut,saat di
jalan dia bertemu andi,andi adalah teman baik shofa yang juga merupakan
sekretaris asrama islamiyah.dia menghampiri shifa sambil bertanya,”shifa…ada apa..?,ada yang bisa aku bantu?”…”tidak
kak terima kasih,shifa tidak apa apa kok,kakak tenang saja”jawab shifa
dengan terpaksa.”aku tahu kok kamu pasti lagi ada masalah,tenang shifa kakak
orang baik kok”.saut andi sambil memandang mata shifa yang indah itu.
Akhirnya
shifa menceritakan semua masalahnya tentang dia dan shofa kepada andi,shifa
tidak tahan kalau menahan masalah itu sendirian,shifa tahu andi adalah sahabat
shofa jadi dia berharap semua ini bisa tersampaikan kepada shofa.Haripun telah
sore mereka memutuskan untuk menyambung ceritanya lain kali,sebenarnya andi
selama ini juga menyimpan rasa kepada shifa tapi dia tahu hati shifa hanya
untuk shofa seorang,jadi dia tidak mengungkapkan perasaan tersebut yang semakin
hari semakin membesar di hatinya.Sesampai di asrama shifa langsung mengerjakan
tugas tugas dan menyiapkan untuk beraktifitas
ibadah dan sekolah agama di
asramanya.
Di
kondisi lainya saat andi mengaji di asrama,kebetulan shofa dan dia adalah teman
satu kelas sehingga memungkinkan andi untuk menyampaikan masalah tadi
kapanpun,seusai mengaji andi menghampiri shofa sambil menepuk pundaknya,”sob,gimana…?”,Tanyanya kepada
shofa,”apanya yang gimana…?”,jawab shofa,”aku mau ngomong sesuatu tentang shifa sob..”balas andi.Awalnya
shofa menolak untuk di ajak bicara berdua dengan andi tapi andi memaksanya
sehingga tak dapat dielak oleh shofa.malam yang sunyi dengan di temani hembusan
angin malam di asrama yang lumayan menusuk kain baju kedua pemuda itu. andi
mengatakan apa yang ia ketahui dari shifa,”sob,loe
tau gag shifa tu kyak apa anaknya..?tanya nya kepada shofa,dengan penuh
percaya diri shofa menjawab,”tahulah…diakan
cewekku.”….”cewek..?,apa katamu cewek,lalu tika siapamu,selingkuhan..?”saut
andi dengan lantang,”diam loe…ini semua
bukan urusanmu,pacarku bukan tika tapi shifa,kamu akan tahu semua ini nanti..?”sambar
shofa dengan sedikit naik pitam.”kalau
shifa pacarmu tolong hargai dia sebagai cewekmulah,kamu enggak tahukan gimana
perasaan shifa selama ini mengetahui kalau kau berhubungan dengan tika tanpa
memikirkan sedikitpun perasaannya,dia sakit fha…!!!!”jabar andi kepada
sahabat karibnya itu.pembicaraan pemuda remaja itu berlangsung lama,mereka
saling menjelaskan kebenaran mereka masing masing.
Hari
minggu yang cerah,semua santri asrama islamiyah bergegas untuk senam pagi di
aula asrama,memang kegiatan ini adalah kegiatan yang wajib di laksanakan oleh
semua santri baik putra maupun putri namun di tempat yang berbeda.shifa pagi
itu tidak mengikuti senam karana badannya sejak tadi malam panas dan terus
memanggil nama ibunya,sepertinya keadaan shifa semakin hari semakin
melemah,teman temannya pun khawatir dengan kondisi shifa yang semakin
parah,liza teman sekamarnya dan juga temannya sejak kelas satu itu setia
merawat dan menjaga shifa saat dia sakit,hari itu keadaan shifa benar benar
parah,liza sangat resah dengan kondisi shifa apalagi dia sempat mengeluarkan
darah dari hidungnya,dengan segera liza melapor kepada seksi kesehatan
asrama.akhirnya shifa di jemput orang tuanya dan pulang kerumahnya yaitu di
Bogor.
Tiga hari
sudah andi tidak bertemu dengan shifa,dia tidak tahu kalau ternyata selama ini
shifa sedang pulang karna sakit, dia baru tahu pagi tadi setelah diberi tahu oleh liza.andipun langsung
menemui shofa dan memberitahunya kalau shifa sedang sakit.mereka sepakat untuk
menjenguk shifa di rumahnya, sepulang sekolah merekapun langsung berangkat ke
rumah shifa dengan menaiki bus kota,sesampai di rumah shifa mereka bertanya
pada pembantu rumah yang sedang menyapu di halaman rumah shifa yang penuh bunga
,”permisi bu’,shifanya ada..?”Tanya shofa .”maaf den non shifa sudah dua hari
di rawat di rumah sakit,aden temannya ya…?jawab seorang ibu tua itu,”ya
bu,kalau boleh tahu shifa di rawat di RS mana ya…?,Tanya andi.”RS cinta bunda
den.” Dengan sopan mereka permisi untuk
menjenguk shifa,mereka berdua menuju RS tadi dan mencari ruang yang shifa tempati,setelah menemukan kamar
ruang 182,merekapun langsung masuk ruang
sambil mengucap salam,dengan tiba tiba ”kakak…?”sapa shifa saat mengetahui
kalau ada kedua pemuda di ruangnya,”gimana dek keadaanya..?”Tanya andi sambil
menaruh beberapa buah untuk shifa,”ya beginilah kak,tapi sudah agak mendingan
kok”jawab shifa sambil tersenyum.dalam ruangan itu seorang shofa bagaikan robot
yang kehabisan baterai,dia tidak mengucap satu patah katapun kepada shifa,dia merasa
bersalah hatinya dipenuhi dengan banyaknya dosa kepada shifa.”kak shofa kok
diam,masih marah sama shifa ya,,,,?”Tanya sifha padanya dengan nada
lemah.”emh…eng..enggak kok fha…aku permisi dulu ya….”shofa lalu pergi keluar
kamar dia tidak dapat menahan luapan hatinya yang terus memojokkannya sehingga
jatuhlah air mata dari kedua matanya,dia menangis bukan karna dia takut dia
menangis karna merasa bersalah karna telah menyakiti hati gadis yang begitu
suci yang tidak marah sedikitpun atas kelakuannya yang keterlaluan selama ini.
Hari
mulai gelap andi dan shofapun memutuskan untuk pulang ke asrama untuk melanjutkan
aktifitas sebagai santri asrama islamiyah.selama di jalan shofa menceritakan
isi hatinya kepada andi,dia melakukan semua ini karna ternyata selama ini dia
dan tika berpacaran hanya untuk memenuhi keinginan dari orang tua shofa,orang
tuanya berkata kalau hidup tika sudah tidak lama lagi jadi orang tua tika
menyampaikan kepada orangtua shofa kalau tika ingin menjadi teman dekatnya,tika
memang memiliki penyakit yang cukup parah yaitu kanker darah stadium akhir,dan
shofa tidak dapat berbuat apa apa karna ia memang anak yang berbakti dengan
orang tuanya,sebenarnya bapak anwar ayah shofa sangat kasian melihat anaknya
terpaksa menyayangi seorang perempuan yang tidak di cintainya,pak anwar tahu
kalau perempuan yang di cintai anaknya adalah shifa tapi apalah daya pak anwar
dengan orang tua tika adalah sahabat sejak muda oleh karna itu mau tidak mau
untuk menghormati persahabatannya pak anwar memaksa pula terhadap shofa.
Itulah
yang menyebabkan shofa menjauhi shifa karna dia takut menyakiti perasaan
shifa,tapi apa yang dia lakukan selama ini justru membuat shifa lebih
terpukul.Sepanjang jalan bogor bandung telah terlewati akhirnya mereka sampai
di asrama tercinta.sekarang andi telah tahu semua rasa penasarannya kepada
shofa,dia sekarang mengerti dan tidak menyalahkan dia lagi.
Haripun
berganti.subuh setelah selesai sholat tiba tiba ada panggilan untuk saudara
shofa.”kak shofa,kakak di panggil pengasuh katanya ada panggilan dari keluarga
kakak.”sampai seorang santri lain.shofapun bergegas menuju ruangan
pengasuh,setelah memegang telephon yang di berikan pengasuh kepadanya ia
langsung bicara.”assalamualaikum abah,ini shofa ada apa ya bah…?”Tanya shofa
kepada ayahnya,”shofa habis ini pulang ya…ada sesuatu yang penting yang mau
abah dan umi sampaikan!”,kata pak anwar.”abah ada apa, kan bisa sekarang
!”Tanya shofa penasaran.”fha…mustika tadi malam menghembuska nafas yang terakhirnya
nak..”.seketika telephon di tutup oleh shofa,jantungnya bak tersayat pedang
pustaka yang mengakibatkan darah bercucuran dari jantungnya.Perempuan yang
selama ini mencintainya walaupun tidak sepenuh hati shofa mencintainya,dia
tetap merasa terpukul,tika adalah perempuan yang baik,perhatian dan sayang
padanya tetapi ia sekarang telah pergi.dia berlari ke kamarnya dengan tergesa
gesa dia mengambil barang yang ia perlukan dan dimasukanlah kedalam tas coklat
gelap pemberian tika,dia masih bertanya Tanya apakah ini semua nyata,dia tidak
bisa memungkri kebersamaanya selama 7 bulan bersama tika telah menumbuhkan
benih benih cinta kepada perempuan cantik itu.
Sesampai
di kediaman tika,pak jono ayah dari tika langsung memeluknya sambil
berkata,”terima kasih nak,maafkan kesalahan mustika selama ini ya…?,maafkan om
yang terlalu memaksakan perasaanmu untuk mencintai anak om,maaf shofa…?”dengan
terisak isak pak jono menyampaikannya kepada shofa,shofapun tidak dapat menahan
air matanya yang telah menumpuk di selaput matanya,”sabar om,shofa gag apaapa
kok yang penting tika dan keluarga bahagia,shofa juga ikut bahagia!” kata shofa
kepadanya pak jono untuk menenangkan hatinya.suasana pemakaman tika sangat
mengharukan banyak teman sekolah yang ta’ziyah ke sana temasuk juga shifa,shifa
juga merasa bersalah terhadap tika,mereka selama ini adalah teman baik tetapi
karna masalah itu hubungan mereka merenggang.upacara pemakaman telah usai tika
yang selama ini menjadi murid pintar di kelasnya telah tiada,Mustika Arini
Anissa telah pergi dengan berbagai kenangan.
Keesokan
hari tanpa ada lagi wajah cantik tika yang di pandangnya,shofa menatap kelas
tika yang setiap pagi menunggunya dan menyapanya.shofa berusaha melupakan
kenangan indah bersama tika,ia ingin kembali seperti dulu menjadi seorang shofa
yang selalu tegar dan tidak pantang menyerah terhadap keadaan,dia duduk di
bawah pohon beringin yang ada di taman sekolahnya,dia mengintrospeksi dirinya
selama ini,saat itu tiba tiba ada suara salam yang begitu
lembut,”assaamualaikum ya akhi,bolehkah aku duduk di sini..?”ternyata itu
adalah shifa,”ah….ternyata kau fha..aku kira…?”…..”kak tika ya…”memotong
pembicaraan shofa,”enggak kok ku kira anak lain.!”jelas shofa mengalihkan
pembicaraan,”sudahlah kak,shifa sudah tahu semuanya dari kak andi,”kata shifa
sambil menaruh tas pada pangkuannya kemudian duduk.”andi sudah menceritakan
semuanya padamu fha…?”Tanya shofa,”ya…kak,maafkan shifa kalau selama ini shifa
terlalu berlebihan menanggapinya.”jawab shifa penuh sesal.”bukan kamu yang
salah,ini semua salah ku fha selama ini aku tidak bisa menjaga perasaanmu”shofa
meyakinkan shifa…
Waktu
berjalan begitu cepat,tidak terasa mereka telah duduk di universitas.lima tahun
sudah mereka menjalin hubungan,berawal dari sebuah cinta monyet yang terus
dipelihara hingga tumbuhlah sebuah cinta sejati yang menyatukan dua hati yang
di dasari oleh kepercayaan,kesabaran dan rasa sayang karna Allah inilah yang
membuat cinta mereka terus terpelihara dan selalu tertanam dengan teguh di hati
Shofa dan Shifa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar