Selasa, 22 Mei 2012


Panas,sumpek dan ramai adalah suasana yang dirasakan oleh Rinda saat di Bus umum jurusan Bali.Seorang  gadis cantik yang saat itu sedang merasakan sebuah momen dimana tidak pernah dia rasakan sebelumnya,maklumlah rinda adalah seorang anak bangsawan yang menjabat sebagai kepala pusat kepolisian daerah Banyuwangi.
Saat itu ayah rinda yang bernama Bapak Indra tidak dapat menjemputnya yang bersekolah di luar kota yakni di kota Malang.Sebenarnya  saat itu rinda tidak ingin pulang dengan angkutan umum karna dia berfikir kalau dia naik bus umum keselamatannya tidak terjamin,tetapi apalah daya dia tidak punya pilihan lain untuk pulang ke kota kelahirannya kecuali dengan naik kendaraan umum itu.
Sabtu 21 maret 2010,tibalah liburan SMAN 1 Malang yang merupakan sekolah dari Rinda Azura Assabilla.keadaan yang menjepitnya terpaksa pulang sendirian ke rumahnya,suasana yang sangat ramai membuat rinda berjalan waspada pada saat berjalan mencari bus jurusan Bali yang juga melewati daerah bnyuwangi.
Bermacam macam raut muka terdapat di Terminal,rinda yang tak terbiasa dengan suasana keramaian para kernet yag mencari penumpang merasa jengkel dan kesal.Akhirnya sekian lama rinda menunggu giliran untuk naik bus Akas Jurusan Bali. Rasa lega dan lebih nyaman di rasakan rinda karna mendapatkan tempat yang cukup nyaman.
Saat di dalam kendaraan itu rinda merasa kesepian,dia sedikit waspada karna semenjak dia sadar kalau dia seperti diincar 2 orang lelaki yang memiliki wajah mencurigakan.untungnya ada seorang laki laki yang ternyata seorang mahasiswa malang yang juga ingin ke Bali mengingatkan tas rinda yang sempat terbuka,rindapun mengucapkan terima kasih pada mahasiswa itu. Sepanjang perjalanan rinda dan mahasiswa itu saling bercakap cakap.
“mbak mau kemana…?”sapa mahasiswa itu.rinda dengan di iringi senyumnya yang manis menjawab “mau ke banyuwangi.”
“oh..di malang kuliah di mana?” Tanya mahasiswa itu.”masih sekolah kak…di SMAN 1 malang”jawab rinda.
Karna tubuh rinda yang kurang diajak kompromi dia akhirnya mengakhiri percakapannya.rasa pusing serta mual membuatnya lemas dan kemudian tertidur.
“makan makan dulu bapak bapak,ibi ibu….”umbar sang kernet sambil melambaikan tangannya bertanda mengajak para penumpang. Rinda terbagun karna ramainya suasana bus  saat itu.”sudah bangun mbaknya”sapa mahasiswa tadi.
Rinda tak dapat membalas dengan kata kata,ia hanya bisa tersenyum simpul tetapi tetap terlihat manisnya.”kak sudah sampai mana…?” Tanya rinda dengan terpaksa.
“udah sampai jember mbak,mbak nggak mau makan….?”saut mahasiswa itu dengan lemah lembut.”enggak kak,masih kenyang”jawab rinda……………………
Setelah lima jam berada di bus umum itu rinda merasa tak kuat dan akhirnya dia muntah di samping lelaki yang berumur kurang lebih 19 tahun itu,dari sekian penumpang bus itu hanya mahasiswa itulah yang perhatian dengan rinda,,,,,
Mulai dari mengelabkan bibirnya,memberinya minum,dan menyediakan tempat bersenden buat rinda yang saat itu bagaikan sebuah MIE yang tak dapat berbuat apa apa,ia hanya bisa tidur di pundak mahasiswa yang ternyata bernama Ifan.
Mereka berduapun terlelap dalam lamanya perjalanan menuju tempat tujuan.“Treeeeeeeeeeeeeeeeeet,,,,,,!!” suara klakson bus  begitu keras dan nyaring hingga membangunkan rinda yang masih dalam keadaan lemas.ia baru sadar kalau sejak ia muntah tadi dia ada di samping ifan dan tidur di pundaknya,rinda merasa bersalah sekaligus sungkan kepada ifan
          Rinda lalu menanggalkan kepalanya dari pundak ifan dengan susah payah sehingga membangunkan ifan,”udah bangun mbak…”suara ifan yang masih serak sehabis bangun tidur menyapa rinda,”ia kak,,maaf ya tadi aku nggak sadar”,”nggak apa kok”.
          Bus tiba tiba berhenti,tidak terasa selama lima jam rinda dalam perjalanan.ia telah tiba di terminal kota Genteng Banyuwagi,dengan segera rinda mengerah tasnya dan kemudian bergegas turun dari bus.tak lupa dia mengucapkan terima kasih atas semua kebaikan yang telah di lakukan mahasiswa itu kepadanya.”makasi ya,,,,” sambil mengulurkan tangannya kepada mahasiswa itu.”sama sama”saut cowok berambut lurus dan berkulit langsat dengan suaranya yang khas dan lembut.
          Merekapun akhirnya berpisah di terminal itu.
Seminggu kemudian…
          Rinda baru sadar kenapa dia tidak menanyakan nama mahasiswa itu,ada rasa sesal yang melintas dalam benaknya,kebaikan lelaki itu telah membuat hati rinda luluh dan ia mulai merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya,dia sering kefikiran cowok yang telah menolongnya itu.
          Hari berganti hari,minggu berganti minggu,hingga bulan pun berganti.rasa semakin penasaran terhadap ifan semakin memenuhi raga jiwanya.hingga liburanpun telah habis dan memaksa rinda segera kembali ke kota tempat menimba ilmu,tapi kali ini dia pulang tidak dengan angkutan umum tetapi di antar ayahnya dengan mobil mewah selayaknya bangsawan.
          Rinda dan ayahnya yang bergegas akan berangkat mengantarnya tiba tiba ayahnya menunda karna mendadak kedatangan tamu besarnya yakni sahabat semasa remaja. Rinda yang awalnya merasa senang karna akan kembali dan bertemu teman temannya tertunda beberapa waktu.
          Selama kurang lebih 1 jam rinda menunggu ayahnya berbincang dengan tamu besarnya itu, rasa bosan yang mulai menghampirinya itu di hilangkan dengan selingan Laptop putihnya.
          “Rin,,,,rinda,sini nak” suara tegas lembut ayahnya memanggil rinda, ekspresi wajah sedikit bosan menemaninya menemui ayahnya. Mata rinda yang bulat cantik itu tersentak, dadanya seperti sesak seketika setelah melihat 3 tamu ayahnya yang salah satunya pernah di lihatnya.
          Ayahnyapun langsung menarik tubuhku yang sedikit terkaget kaget,”ayo sini ayah kenalin temen ayah semasa ayah masih muda “.
          Lelaki dengan kemeja krem dengan rambut lurus yang sedikit acak mengulurkan tangannya kepada rinda. “hai…aku Ifan.?” . akupun membalas dengan menyebutkan nama ku, kita melanjutkanperkenalan ke taman belakang rumah.
          “nggak nyangka ya bisa ketemu kamu lagi.?”.rinda membalas dengan senyumannya.”rinda,,nama yang indah seindah orangnya”,goda ifan kepada rinda yang semenjak tadi nggak ngomong sedikitpun dia malah senyum.”rin kamu sakit gigi ya..?”.”enggak kok,emang napa?”.”owhh…kirain sakit gigi,dari tadi diam melulu”.
          Perkenalan mereka akhirnya berlanjut lewat dunia maya dan handphone,keduanya saling merasakan adanya ikatan yang cocok dan akhirnya suatu hari saat ada acara antar keluarga.
“rin kamu ngerasa lain nggak sama aku.”.”emh…nggak tuh,emang ada apa sih…”.”aku ngerasa beda sama kamu rin,aku,,,,,????”.”kamu kenapa fan sakit ??”.”iya rin aku lagi sakit”.”saki apa fan,aku bilangin om ya…??”.”nggak usah rin,aku dah nemu obatnya kok!”.sebenarnya kamu sakit apa sih..??” Tanya rinda semakin penasaran kepada ifan.
          “rin..aku sayang kamu” dengan raut muka merona dan perasaan yang sungguh nerveos ifan menyatakan perasaannya kepada rinda.”apa fan,kamu nggak salah ngomong??”.”nggak rin,sebenarnya aku sudah lama punya rasa ini dengan mu tapi aku takut kamu sudah punya yang lain”.”jadi gimana rin”.
“ifan,sebenarnya aku juga sakit,aku lama banget mendem sakit ini sendiri tapi aku mau bilang ma kamu lok malam ini sakit itu telah sembuh,aku telah mendapatkan obatnya”
          Ifan sedikit berfikir tapi akhirnya dia sadar rinda juga sepertinya. Kedua sejoli ini akhirnya bersatu dengan rasa cinta dan kasih yang selalu ada.tidak di sangka pertemuan pertama di dalam angkutan umum bisa menjadikan mereka  saling cinta.
         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar