Saat itu ayah rinda
yang bernama Bapak Indra tidak dapat menjemputnya yang bersekolah di luar kota
yakni di kota Malang.Sebenarnya saat itu
rinda tidak ingin pulang dengan angkutan umum karna dia berfikir kalau dia naik
bus umum keselamatannya tidak terjamin,tetapi apalah daya dia tidak punya
pilihan lain untuk pulang ke kota kelahirannya kecuali dengan naik kendaraan
umum itu.
Sabtu 21 maret
2010,tibalah liburan SMAN 1 Malang yang merupakan sekolah dari Rinda Azura
Assabilla.keadaan yang menjepitnya terpaksa pulang sendirian ke
rumahnya,suasana yang sangat ramai membuat rinda berjalan waspada pada saat
berjalan mencari bus jurusan Bali yang juga melewati daerah bnyuwangi.
Bermacam macam raut
muka terdapat di Terminal,rinda yang tak terbiasa dengan suasana keramaian para
kernet yag mencari penumpang merasa jengkel dan kesal.Akhirnya sekian lama
rinda menunggu giliran untuk naik bus Akas Jurusan Bali. Rasa lega dan lebih
nyaman di rasakan rinda karna mendapatkan tempat yang cukup nyaman.
Saat di dalam kendaraan
itu rinda merasa kesepian,dia sedikit waspada karna semenjak dia sadar kalau
dia seperti diincar 2 orang lelaki yang memiliki wajah mencurigakan.untungnya
ada seorang laki laki yang ternyata seorang mahasiswa malang yang juga ingin ke
Bali mengingatkan tas rinda yang sempat terbuka,rindapun mengucapkan terima
kasih pada mahasiswa itu. Sepanjang perjalanan rinda dan mahasiswa itu saling
bercakap cakap.
“mbak mau kemana…?”sapa
mahasiswa itu.rinda dengan di iringi senyumnya yang manis menjawab “mau ke
banyuwangi.”
“oh..di malang kuliah
di mana?” Tanya mahasiswa itu.”masih sekolah kak…di SMAN 1 malang”jawab rinda.
Karna tubuh rinda yang
kurang diajak kompromi dia akhirnya mengakhiri percakapannya.rasa pusing serta
mual membuatnya lemas dan kemudian tertidur.
“makan makan dulu bapak
bapak,ibi ibu….”umbar sang kernet sambil melambaikan tangannya bertanda
mengajak para penumpang. Rinda terbagun karna ramainya suasana bus saat itu.”sudah bangun mbaknya”sapa mahasiswa
tadi.
Rinda tak dapat
membalas dengan kata kata,ia hanya bisa tersenyum simpul tetapi tetap terlihat
manisnya.”kak sudah sampai mana…?” Tanya rinda dengan terpaksa.
“udah sampai jember
mbak,mbak nggak mau makan….?”saut mahasiswa itu dengan lemah lembut.”enggak
kak,masih kenyang”jawab rinda……………………
Setelah lima jam berada
di bus umum itu rinda merasa tak kuat dan akhirnya dia muntah di samping lelaki
yang berumur kurang lebih 19 tahun itu,dari sekian penumpang bus itu hanya
mahasiswa itulah yang perhatian dengan rinda,,,,,
Mulai dari mengelabkan
bibirnya,memberinya minum,dan menyediakan tempat bersenden buat rinda yang saat
itu bagaikan sebuah MIE yang tak dapat berbuat apa apa,ia hanya bisa tidur di
pundak mahasiswa yang ternyata bernama Ifan.
Mereka berduapun
terlelap dalam lamanya perjalanan menuju tempat
tujuan.“Treeeeeeeeeeeeeeeeeet,,,,,,!!” suara klakson bus begitu keras dan nyaring hingga membangunkan
rinda yang masih dalam keadaan lemas.ia baru sadar kalau sejak ia muntah tadi
dia ada di samping ifan dan tidur di pundaknya,rinda merasa bersalah sekaligus
sungkan kepada ifan
Rinda
lalu menanggalkan kepalanya dari pundak ifan dengan susah payah sehingga
membangunkan ifan,”udah bangun mbak…”suara ifan yang masih serak sehabis bangun
tidur menyapa rinda,”ia kak,,maaf ya tadi aku nggak sadar”,”nggak apa kok”.
Bus
tiba tiba berhenti,tidak terasa selama lima jam rinda dalam perjalanan.ia telah
tiba di terminal kota Genteng Banyuwagi,dengan segera rinda mengerah tasnya dan
kemudian bergegas turun dari bus.tak lupa dia mengucapkan terima kasih atas
semua kebaikan yang telah di lakukan mahasiswa itu kepadanya.”makasi ya,,,,”
sambil mengulurkan tangannya kepada mahasiswa itu.”sama sama”saut cowok
berambut lurus dan berkulit langsat dengan suaranya yang khas dan lembut.
Merekapun
akhirnya berpisah di terminal itu.
Seminggu kemudian…
Rinda
baru sadar kenapa dia tidak menanyakan nama mahasiswa itu,ada rasa sesal yang
melintas dalam benaknya,kebaikan lelaki itu telah membuat hati rinda luluh dan
ia mulai merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya,dia sering kefikiran cowok
yang telah menolongnya itu.
Hari
berganti hari,minggu berganti minggu,hingga bulan pun berganti.rasa semakin
penasaran terhadap ifan semakin memenuhi raga jiwanya.hingga liburanpun telah
habis dan memaksa rinda segera kembali ke kota tempat menimba ilmu,tapi kali
ini dia pulang tidak dengan angkutan umum tetapi di antar ayahnya dengan mobil
mewah selayaknya bangsawan.
Rinda
dan ayahnya yang bergegas akan berangkat mengantarnya tiba tiba ayahnya menunda
karna mendadak kedatangan tamu besarnya yakni sahabat semasa remaja. Rinda yang
awalnya merasa senang karna akan kembali dan bertemu teman temannya tertunda
beberapa waktu.
Selama
kurang lebih 1 jam rinda menunggu ayahnya berbincang dengan tamu besarnya itu,
rasa bosan yang mulai menghampirinya itu di hilangkan dengan selingan Laptop
putihnya.
“Rin,,,,rinda,sini
nak” suara tegas lembut ayahnya memanggil rinda, ekspresi wajah sedikit bosan
menemaninya menemui ayahnya. Mata rinda yang bulat cantik itu tersentak,
dadanya seperti sesak seketika setelah melihat 3 tamu ayahnya yang salah
satunya pernah di lihatnya.
Ayahnyapun
langsung menarik tubuhku yang sedikit terkaget kaget,”ayo sini ayah kenalin
temen ayah semasa ayah masih muda “.
Lelaki
dengan kemeja krem dengan rambut lurus yang sedikit acak mengulurkan tangannya
kepada rinda. “hai…aku Ifan.?” . akupun membalas dengan menyebutkan nama ku,
kita melanjutkanperkenalan ke taman belakang rumah.
“nggak
nyangka ya bisa ketemu kamu lagi.?”.rinda membalas dengan
senyumannya.”rinda,,nama yang indah seindah orangnya”,goda ifan kepada rinda
yang semenjak tadi nggak ngomong sedikitpun dia malah senyum.”rin kamu sakit
gigi ya..?”.”enggak kok,emang napa?”.”owhh…kirain sakit gigi,dari tadi diam melulu”.
Perkenalan
mereka akhirnya berlanjut lewat dunia maya dan handphone,keduanya saling
merasakan adanya ikatan yang cocok dan akhirnya suatu hari saat ada acara antar
keluarga.
“rin kamu ngerasa lain nggak sama aku.”.”emh…nggak
tuh,emang ada apa sih…”.”aku ngerasa beda sama kamu rin,aku,,,,,????”.”kamu
kenapa fan sakit ??”.”iya rin aku lagi sakit”.”saki apa fan,aku bilangin om
ya…??”.”nggak usah rin,aku dah nemu obatnya kok!”.sebenarnya kamu sakit apa
sih..??” Tanya rinda semakin penasaran kepada ifan.
“rin..aku
sayang kamu” dengan raut muka merona dan perasaan yang sungguh nerveos ifan
menyatakan perasaannya kepada rinda.”apa fan,kamu nggak salah ngomong??”.”nggak
rin,sebenarnya aku sudah lama punya rasa ini dengan mu tapi aku takut kamu
sudah punya yang lain”.”jadi gimana rin”.
“ifan,sebenarnya aku juga sakit,aku lama banget mendem sakit ini sendiri tapi aku mau bilang ma kamu lok malam ini sakit itu telah sembuh,aku telah mendapatkan obatnya”
“ifan,sebenarnya aku juga sakit,aku lama banget mendem sakit ini sendiri tapi aku mau bilang ma kamu lok malam ini sakit itu telah sembuh,aku telah mendapatkan obatnya”
Ifan
sedikit berfikir tapi akhirnya dia sadar rinda juga sepertinya. Kedua sejoli
ini akhirnya bersatu dengan rasa cinta dan kasih yang selalu ada.tidak di
sangka pertemuan pertama di dalam angkutan umum bisa menjadikan mereka saling cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar