Minggu, 11 November 2018

HIDUP BERSAMA
MUSYAWARAH
EGOIS
Kenapa tidak bijaksana? disaat hidup bukan milik sendiri. kenapa tidak musyawarah? di saat banyak jiwa terlibat. Kenapa tidak dilibatkan ? kita dianggap apa? padahal pernyataan "Tugas Guru bukan hanya mengajar" sering digaungkan. Tapi kenapa diskusi saja tidak dilakukan? Apa salah? apa egois? jika guru kemudian lepas tangan ketika ada kasus? ketika saat-saat krusial dalam urusan saja tak pernah melibatkan atau bahkan mengajak untuk berdemokratis.
Wahai para pemegang kekuasaan. jadilah pemimpin yang mendengar suara jiwa-jiwa lainnya. Dunia bukan hanya milik Anda-anda sekalian. Anda-anda semua punya telinga dan hati. keduanya sama-sama berfungsi. kenapa tidak digunakan? kenapa keduanya tidak disinkronkan? kenapa  egois menjadi harga mati bagi anda? kenapa sekedar sepatah katapun kita tidak dimintai pendapat? kita punya lisan, kitapunya hati, kenapa tidak sedikitpun telinga dan hati anda menyimak dan kemudian berbagi rasa dan kata seperti hanlnya prinsip musyawarah dan hidup bersama.

Senin, 12 November 2018  12.09
(kantor guru -  keluhan tenaga honorer yang tak jauh berbeda dengan para kuli bangunan)

Rabu, 22 April 2015

Apa cita-citamu?
            Setiap orang pasti memiliki sebuah cita-cita yang ingin dicapai bukan? Ya, semua orang pastinya memiliki cita-cita karena pada dasarnya cita-cita muncul karena adanya sebuah mimpi atau keinginan. Apa cita-citamu? Saat masih SD pasti kita pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu, dan kebanyakan dari kita sebagai anak-anak pasti menjawab ingin menjadi dokter, pilot, astronot, polisi, tentara, dan tidak ketinggalan ingin menjadi seorang Guru. Profesi guru sepertinya menjadi pilihan terbanyak yang muncul saat ditanyakan kepada para anak. Saat saya masih sd dulu juga menjawab ingin menjadi guru. Mengapa? Saya juga kurang tahu kenapa saya menjawab seperti itu, entah karena ikut teman-teman atau ada faktor lain. Ternyata cita-cita masa kecil saya ingin menjadi seorang guru agaknya diamini oleh malaikat J, karena saat ini ternyata saya diberi kesempatan untuk meneruskan studi saya di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Menjadi seorang guru tentunya merupakan profesi yang mulia. Banyak faktor yang mendorong dan membawa saya pada akhirnya terjerumus ke dalam jurusan ini. Latar belakang keluarga saya memang latar beakang pendidik. Seorang ayah guru dan ketiga kakak perempuan yang juga berprofesi sebagai guru. Mungkin dari itulah saya akhirnya terdampar di jurusan Pendidikan sebagai jalan menuju cita-cita yang mulia. Amin
            Guru kata orang jawa yaitu orang yang digugu dan ditiru. Seorang guru memang memiliki peranan yang sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa. Guru juga bagaikan air segar yang senantiasa menyirami tunas-tunas bunga yang nantiya akan mekar mewangi. Masih ingatkah siapa guru favoritmu? Setiap siswa pasti memiliki guru favorit, guru yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya. Saat saya masih sd hingga masuk jenjang sma, guru yang selalu menjadi favorit saya adalah guru bahasa indonesia. Bahkan saya masih ingat betul siapa nama – nama guru bahasa indonesia sejak saya sd hingga saya sma. Kebanyakan dari mereka adalah seorang wanita yang penyayang dan sabar dalam menyampaikan materi bahasa. Menjadi guru bahasa indonesia memang harus telaten dan sabar, apalagi selama ini kebanyakan masyarakat sering menyepelekan pelajaran bahasa indonesia. Mereka menganggap enteng pelajaran bahasa indonesia, karena merasa sebagai orang indonesia pastinya sudah pandai menggunakan bahasa indonesia tanpa belajar lebih. Pandangan salah tersebut yang saat ini menjadi target baru saya sebagai calon guru bahasa indonesia untuk mengubah persepsi masyarakat. Bahasa indonesia memang merupakan bahasa nasional negara indonesia, justru karena itulah kita harus dan wajib mempelajari bahasa indonesia mulai dari sejarah, bentuk, dan struktur didalamnya. Bahasa indonesia sebenarnya tidak hanya digunakan untuk alat komunikasi saja, jauh dari fungsi itu banyak sekali fungsi-fungsi lain yang sangat kita butuhkan untuk menjalankan kegiatan bermasyarakat. Contoh sederhana, saat kita sudah lulus dari perguruan tinggi kita pastinya membutuhan pekerjaan, untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang cocok kita harus membuat surat lamaran untuk perusahaan atau instansi- instansi terkait. Dalam pembuatan surat lamaran inilah fungsi bahasa indonesia sangat penting. Tidak mungkin kita menggunakan bahasa jawa, bahasa madura, ataupun bahasa sunda dalam surat lamaran tersebut. Kita pasti akan menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional. Penulisannyapun tidak bisa sembarangan, ada beberapa prosedur yang harus ditaati saat menulis surat lamaran. Dari itu semua kita dapat melihat betapa pentingnya seorang guru bahasa untuk mengajarkan bahasa indonesia dan segala materi yang ada di dalamnya.
            Menjadi seorang guru memang tidak mudah. Selain memiliki guru favorit, siswa juga pasti memiliki guru yang kurang disukai. Kebanyakan kriteria guru-guru tersebut adalah guru yang kurang ramah dan membosankan saat mengajar. Terkadang terlintas dalam fikiran saya bahwa sebenarnya seorang siswa itu pada dasarnya ingin diperhatikan, ingin disayang oleh gurunya. Tapi pada kenyataannya banyak sekali guru yang masih mendeskriminasi siswanya. Merangkul siswa-siswa yang pintar dan mengabaikan mereka-mereka yang mengalami keterbelakangan kognisi. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa siswa tidak suka bahkan membenci guru. Menjadi guru juga terkadang merasa serba salah, saat kita terlalu ramah terhadap siswa, mereka cenderung berbuat “ngelenyit”, tetapi saat guru memberi sikap yang tegas terhadap siswa, mereka mendadak membisu bahkan menggerutu dibelakang kita. Itulah yang akan menyulitkan guru nantinya dalam penyampaian materi. Di dalam jurusan yang saat ini saya tempuh terdapat mata kuliah psikolinguistik, yakni perpaduan ilmu antara psikologi dan linguistik. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala kejiwaan sedangkan linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa. Jadi psikolinguistik di sini merupakan ilmu yang mengkaji tentang hubungan antara gejala kejiwaan dan perilaku berbahasa pada setiap manusia. Dari ilmu tersebut seorang guru dituntut dapat memahami berbagai keadaan yang terdapat pada siswa. Kekreatifan guru dalam membawa suasana kelas menuju suasana ynag ceria dan kondisional sangatlah penting. seorang guru juga dituntut dapat menyesuaikan seluruh kemampuan kognisi siswa yang berbeda –beda dengan materi ajar yang disajikan.
            Jika ditanya, mengapa kamu ingin menjadi guru? bukanya ribet? Sebenarnya saya tidak hanya ingin menjadi seorang guru tetapi saya ingin menjadi guru yang profesional. Istilah pahlawan tanpa tanda jasa agaknya tidak lagi berlaku di era 20an ini. Setiap guru pasti ingin mendapatkan royalti sebagai timbal balik terhadap apa yang telah diberikan kepada peserta didik. Terkadang saya merasa sedih melihat banyak guru yang hanya mementingkan gaji daripada kualitas ilmu yang mereka sampaikan. Menurut saya profesi guru adalah profesi yang sangat mulia. Sama halnya tukang tambal ban selain menjadikannya sebagai  pekerjaan, mereka juga menjadi penolong bagi pengendara saat mengalami musibah saat perjalanan. Saya ingin menerapkan teori tukang tambal ban ini dalam profesi guru saya nanti. Jadi, selain memberikan materi ajar kita sebagai para guru juga menjadi penolong, penerang, dan penggugah semangat tunas-tunas bangsa serta pembangun akidah mulia para siswa. Menjadi guru yang benar – benar profesional dalam menyampaikan ilmu, dapat memberikan kemanfaatan tiada tara kepada para siswa memang tidak mudah, tetapi saya yakin dengan niat yang baik ini semoga Allah dapat mewujudkannya. Sesungguhnya ilmu yang bermanfaat itu datangnya dari hati yang ikhlas. Menjadi manusia yang akan  berprofesi sebagai seorang guru membuat saya termotivasi untuk lebih bersemangat belajar, belajar tentang bahasa indonesia dan belajar ikhlas dalam belajar. Itu semua tidak lain demi kemanfaatan ilmu yang akan saya ajarkan dan demi kemajuan para siswa saya nantinya.
            Sekian sedikit isi hati saya yang mungkin juga menjadi harapan besar saya kedepannya.  Semoga para calon guru benar-benar bisa menjadi lentera di keremang-remangan bangsa kita saat ini.

Oleh: Yuli Amalia Cln. S.Pd J

Senin, 09 Maret 2015

Mimpi

mataku tersadar namun sulit untuk terbuka
perasaan yang kosong itu tiba - tiba terisi
terasa nyaman dan lebih baik


aku duduk di atas kursi empuk itu
berdampingan entah dengan siapa
hanya terasa sinar terang merangkul tubuhku
sudah kucoba melihat, namun tak sanggup

sinarnya semakin terang
menyiram kalbu bagai tetesan telaga syurga
tenang, syahdu dan khusyu

semakin lama sinar itu semakin terang
tapi entah kenapa 
tubuhku mulai menggigil
ingin kulepaskan tubuhku dari sinar itu
tapi lagi lagi aku tak sanggup
ketenangan, kesyahduan dan kekhusyuan ituu
aku tak sanggup melepaskannya
(Darussalam,09/02/15)

Selasa, 09 September 2014

Di saat keadaan menolak dan kita tetap memaksa

terkadang kita dituntun untuk menerima segala yang diberikan tuhan kepada kita
terkadang kita dipaksa utuk menyesuaikan terhadap pemberianNya
terkadang pula kita tak bersyukur dengan semua apa yang kita punya

disaat kita telah sesuai dengan sesuatu itu
justru malah pergi tak tau arah
entah ada rencana apa di balik itu semua
entah bagaimana akhir semua ini
tak ada yang tahu
tak ada yang peduli

aku mengenalmu
dan kau mengenalku
bukan kebetulan, bukan rencana
semua mengalir bak naluri sekucur air
harapan tetap harapan
semoga dan tetap semoga
semua untuk kebaikan kau dan aku

Minggu, 24 Agustus 2014

Berbicara masalah cinta, pasti kalian pernah merasakan apa itu cinta. "Cinta" menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah sebuah emosi atau perasaan dimana seseorang dapat merasa senang seketika dan sedih seketika dikarenakan emosi tersebut.
Tidak akan ada habisnya bila berurusan dengan hal yang satu ini. kalian semua pasti pernah merasakan rasanya jatuh cinta. bukan? :)
memang aneh sih, jatuh cinta berasal dari kata jatuh = sakit tapi pada kenyataannya jatuh cinta ituu.. Indah, seru, menyenangkan. Para remaja saat ini tak janggung lagi untuk menyatakan cinta pada lawan jenis. lain dengan jaman dahulu yang cenderung merahasiakan perasaan sukanya pada seseorang. tetapi dari perbedaan tersebut tak merubah hakekat cinta yang begitu indah.


Selasa, 13 Mei 2014

Entah...
aku tak tahu benar
aku benar - benar merasa kalah
kalah akan waktu, tempat dan semua yang ada di dunia ini
aku kecewa
entah pada siapa
aku merana
entah karna apa
membayang ingin seperti itu
tapi terbesit rasa kacau merancu
memberi isyarat untuk tetap diam
diam memang mengasyikkan
apalagi berdiam dalam sendiri
tak susah payah menjaga ucapan
tak susah payah menyapa canggung
tak susah payah merasa takut ada yang tersinggung
mungkin aku sudah terbiasa
terdiam lebih baik
tapi... apakah aku akan jadi manusia terdiam selamanya?
manusia tak berguna
tak lain hanya seperti patung yang mematung
hanya dapat merenung tanpa bertindak memperbaiki
aku masih takut...
mungkin kau akan bilang aku Bodoh
tak punya akal, ide, atau apalah
tapi nyatanya aku payah
teman pun tak punya
nama saja seperti tlah menghilag dari identitas diriku
aku payah?
ya,
aku hanya bisa menjawab itu
sebenarnya aku ingin melangkah seperti kalian,
tapi pijakkan ku belum benar - benar kuat
aku masih rapuh
aku gagal
aku Frustasi
"manusia asing" 
mawafi -_-

Senin, 23 Desember 2013




KUMPULAN PUISI - PUISI MENARIK

Kisahku
Bagai bunga tak pernah tersiram
Kering menanti secercah harapan
Harapan mendapatkan setetes cahaya
Membasahi lubuk batang
Mempertahankan nafas kehidupan
Dalam kejamnya zaman
Yang tak pernah sepi dengan benturan
Terus menerus menerjang tubuh ini
Terombang ambing ombak waktu
Menjalani kisahku yang lara ini
Kisah kesengsaraan melanda
Membuat hati terasa miris mendengarkannya

Cita-citaku bukan ketakutanku
Langkah ku tertahan melambat
ketika menatap arah depan
apakah itu jalan yang harus ku tempuh ?
aku ragu…
sempat ku tahan kaki ini
ku pejamkan mataku
ku teguhkan tekad dalam hatiku
namun mengapa banyak bebatuan tajam disana
itu semua terlalu berat untukku
sanggupkah aku melewatinya dengan sendiri
rasa takut yang mencekam raga dan nyawa
semakin berkobar
tapi rupanya masih tersisa segemgam rasa
yang mendorongku untuk terus melangkah
menerjang bebatuan tajam di depan mata
rasa itulah yang ku sebut Semangat
karna cita-citaku bukan ketakutanku

Malaikatku dari Surga
Dulu  Mata indah itu menatap setiap pagi
Suaranya selalu terdengar saat fajar terbit
Memanggilku dengan irama manja
“bangun nak”
Suara halus itu berbisik di lubang telingaku
Meskipun harus berulang kali dia melakukannya
Tak hentinya dia mengelus rambut panjangku
Mencurahkan seluruh kasih dan sayangnya
            Namun sekarang  semua itu hanyalah mimpiku saja
Tak ada lagi suaramu yang halus menyapaku
Tak ada lagi belaian sayangmu di sini
Aku rindu akan kasihmu wahai ayahku
Kini kau telah kembali ke tempatmu
Sisi indah di langit sana yang ku sebut surga

Harapanku
Sukma ini terdiam beribu bahasa
Ungkapan pikiran hati yang tak terungkap
Mata ini memandang raut keindahan
Sisihkan rasa ini di kalbuku
Akulah pemuja rahasiamu
Lembut jiwa ragamu
Membuat hati ini bergetar lembut
Senyuman yang terngiang di hati
Selalu teringat di kala ada bayangmu
Pengharapanku untuk menyatu
Jadilah kau Keindahan yang abadi di hatiku

Mimpi yang Bodoh
Ku sadari aku manusia lemah
Mengharap tiada henti padamu
Mengharap bersanding dalam istana kasih
Selalu bermimpi untuk memandangmu
Butiran cinta ini telah menggunung dalam sukma
tak sanggup ku untuk menghentikannya
semua itu hanyalah sekedar mimpiku saja
menolehpun tidak padaku
entah dari mana rasa ini muncul
tapi kaulah cintasejati dalam hatiku
aku percaya,suatu saat kau akan menoleh
walaupun hanya sekejab
kan ku tunggu saat itu terjadi

Suara itu
Suara itu tlah ku dengar
Menggetarkan sukma jiwa
Membuat air mata ini sekejab mengalir
Terjaga dalam kegelapan hati
Keragu-raguan yang semu itu telah hilang
Sekaranglah aku kan bangkit
Melangkah ke gerbang cahaya dunia
Menatap candera keindahan
Berdiri dengan kegigihan bagai sang putra raya
Dengan apa bekal yang ada di genggamanku
 
Nada Kehidupan
Iringan irama beralun perlahan
Mengiringiku berjalan
Menyusuri terjalnya jalan kehidupan
Nada nada itu terus berdendang
Berirama dengan nada kehidupanku
Mengikuti alur zaman ini
Langkah merengkuh penuh dengan liku
Helaan nafas ini tersengal dalam sengsara
Perlahan ku lanjutkan langkahku
Tetap setia dengan alunan nada nada indah
Hingga nafas tersengal ini habis
Di gerus oleh dahsyatnya zaman
 
Kasmaran
 Simphoni ini terlukis di benakku
Manis menghiasi dinding hati
Berkilauan bintang merekahkan cahayanya
Seakan beribu warna menghiasi diriku
Tak dapat rasa tuk mengungkapnya
Hidup bagaikan dalam melodi indah
Tak kenal apa itu sedih
Hanya senyum yang selalu terlihat
Hanya tawa yang dapat mengungkapnya
Mengungkap cinta yang sedang mekar
Dalam jiwa yang kasmaran
 
Gempita lukaku
 
Ku tatap jemari ini
Meradang berdarah bernanah
Tak ku sangka aku akan begini
Jatuh dalam lubang dunia yang kejam
Ku tak tahu apa arti semua ini
Aku bingung apa yang harus ku lakukan
Menahannya begitu saja..?
Ku tak sanggup
Ini terlalu berat bagiku
Membuat jiwa ini tertimbun bumi
Terbuang dalam gempita duniawi